Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kerangka Menulis: Premis, Logline, Outline, dan Sinopsis

Hal penting apa yang harus dilakukan penulis sebelum memulai tulisannya? Jawabannya adalah kerangka menulis : Premis, logline, outline dan sinopsis. Mengapa seorang penulis harus memiliki kerangka ceritanya? Karena dengan kerangka tersebut penulis memiliki pondasi untuk ceritanya. Nah, bagi Anda yang belum tahu tentang kerangka menulis, artikel ini akan membantu Anda mempelajari Pengertian serta contoh  Premis, logline, outline dan sinopsis.

Penyusun kerangka menulis  

Premis, logline, outline, sinopsis


Diibaratkan naskah adalah tubuh manusia maka kerangka menulis adalah tulang kerangkanya. Sepenting itukah kerangka menulis? Iya, sangat penting. Kerangka menulis membantu penulis agar bisa konsisten menulis naskahnya. Langsung saja, bagian-bagian dari kerangka menulis adalah Premis, logline, outline dan sinopsis. Untuk penjelasan lebih lengkapnya silahkan simak artikel di bawah ini.

1. Premis

Premis adalah landasan kesimpulan yang dijadikan alasan atau pemikiran. Premis adalah langkah awal dalam membuat kerangka. Premis sendiri adalah garis besar ide yang dijadikan pemikiran dalam membuat cerita. Formula Premis sebagai berikut 

(Nama tokoh dan karakter) + (Tujuan) + (Rintangan) + (Resolusi)

Nama tokoh dan karakter adalah sifat dari suatu tokoh yang menjadi pemeran utama dalam cerita. Selanjutnya adalah tujuan yang ingin dicapai oleh tokoh utama lalu konflik atau rintangan yang dihadapi tokoh agar membuat alur semakin menarik terakhir adalah resolusi atau penyelesaian dari suatu masalah yang dihadapi si tokoh utama.

Contoh :

Rika si anak cerewet dan pemberani ingin membasmi para koruptor di negeri ini tetapi dia tidak tahu harus berbuat apa karena usianya baru 15 tahun lalu keajaiban datang, Rika menemukan botol jin ajaib.

Kalau diperlukan Anda bisa membuat beberapa Premis tambahan untuk setiap konflik atau setiap tokoh.

2. Logline

Selanjutnya adalah logline. Logline merupakan penjabaran dari Premis. Logline harus mampu memuat garis besar cerita tidak hanya pada awal-awal cerita. Jika Premis berbentuk satu kalimat sedangkan logline berbentuk satu paragraf yang merupakan penjabaran dari premis.

Contoh logline :

Via harus merelakan kekasihnya untuk adik tirinya, Nira, Nira sudah sejak lama mencintai Azraf sebelum Via mengenalnya. Untuk menghapus perasaannya Nira rela menikah dengan Mario--orang yang dijodohkan orang tuanya--seiring berjalannya waktu Nira mulai membuka hati tapi, sebelum pernikahan Mario meninggal akibat terjebak dalam kerumunan tawuran. Via tidak mau Nira menjadi stres. Jalan satu-satunya adalah menikahkan Nira dengan Azraf.

3. Outline 

"Aduh, bab 4 nulis tentang apa nih."

"Setelah konflik ini terus gimana ya."

Contoh diatas adalah keluh kesah atau masalah penulis yang belum mengenal outline. Seberapa penting sih outline itu? Menurut saya outline sangat penting dalam menulis karena outline adalah pegangan atau pedoman agar konsisten dalam menulis dan outline bisa memulai, memandu dan menyempurnakan tulisan. Saya sarankan pada Anda untuk menulis outline. Outline adalah kerangka tulisan Untuk menampilkan ide utama dalam sebuah bab/sub bab.  Sebuah outline yang bagus akan membantu penulis untuk menguraikan ide-ide sehingga tidak kesulitan dalam menulis, menghemat waktu dan menjadikan penulis mengetahui arah kemana cerita tersebut ditulis.

Contoh outline :

Bab 1

Pengenalan tentang Rika si tokoh utama
Bertemu dengan Tika sahabatnya

Bab 2

Tika dan Rika menyukai cowok yang sama
Ayah Tika kecelakaan

Bab 3

Tika memohon-mohon agar Rika mengikhlaskan Doni
Rika menyetujui permintaan Tika

Dan seterusnya sampai puncak cerita atau ending pada cerita. Mudah sekali bukan jika terdapat outline dalam cerita. Saya rekomendasikan 99% untuk membuat outline jika ingin menulis cerita.

4. Sinopsis 

Sinopsis adalah ringkasan isi naskah cerita yang menggambarkan isi dari suatu buku, film atau yang lain. Sinopsis ditulis dengan singkat, padat, jelas dan ringkas. Biasanya ketika Anda ingin mengajukan naskah kepada penerbit maka penerbit tersebut meminta sinopsis dari naskah yang Anda tulis.

Sinopsis berfungsi agar menarik penerbit atau editor, penerbit biasanya membaca naskah Anda terlebih dahulu sehingga mereka akan mempertimbangkan apakah naskah kalian layak atau tidak untuk diterbitkan. Jadi buatlah sinopsis semenarik mungkin. Ingat! Sinopsis adalah ringkasan naskah keseluruhan kalian.

 
Diharapkan setelah Anda membaca artikel 
Kerangka menulis : Premis, logline, outline dan sinopsis ini, Anda dapat dengan mudah menyusun kerangka menulis, karena kerangka menulis adalah hal yang harus dilakukan penulis sebelum mulai menulis naskahnya.

1 komentar untuk "Kerangka Menulis: Premis, Logline, Outline, dan Sinopsis"