-->

Cara Menulis Novel Bagi Pemula | Panduan Membuat Novel

    Artikel kali ini akan membahas cara menulis novel bagi pemula Panduan membuat novel dengan mudah yang jika diterapkan Saya yakin Anda akan bisa menamatkan sebuah naskah dengan cepat. Saya sarankan pada Anda untuk menggunakan aplikasi Microsoft word agar ketika naskah cerita dipinang penerbit, format kepenulisan novel sudah sesuai dengan standar penerbit. Biasanya penerbit menggunakan ukuran kertas A4 dgn Margin Normal (2.54cm), Font TNR 12, spasi 1,5. Anda membutuhkan bimbingan lebih? Jika ingin mencari referensi dan menambah pengetahuan tentang Panduan menulis novel bagi pemula. Saya merekomendasikan buku berjudul The Amazing Writing oleh Tubagus Salim.


    Gaya menulis setiap penulis pastilah berbeda, setiap penulis memiliki ciri khasnya masing-masing dalam mengolah diksi. Tentu saja semua itu butuh waktu, proses dan kesabaran. Proses tersebut didampingi dengan belajar pengetahuan tentang dunia menulis seperti PUEBI (wajib), cara atau langkah-langkah menulis novel, cara merevisi naskah dan lain-lain. Nah, diartikel kali ini Saya akan membahas tentang cara dan langkah-langkah menulis novel.

    Cara Ampuh Menulis Novel Bagi Penulis Pemula



    Cara menulis novel


    Menulis adalah kegiatan menciptakan suatu catatan atau informasi berupa tulisan pada suatu media menggunakan aksara. Penulis yang baik adalah penulis yang memahami alur ceritanya dan menyampaikan amanat yang terkandung dalam cerita sehingga pembaca dapat memetik pelajaran moral dari cerita penulis. Kebanyakan penulis pemula tidak mengetahui kalimat pertama apa yang harus dia tulis untuk mengawali sebuah novel? Simak penjelasannya di bawah ini.

    1. Tentukan topik/tema cerita 

    Tema adalah ide besar sebuah cerita. Ada banyak jenis tema, contohnya seperti pendidikan, olahraga, percintaan dan lain-lain. Penulis pemula haruslah mengetahui topik atau tema cerita yang ingin ditulis. Biasanya kebanyakan penulis novel membuat cerita dengan tema percintaan remaja namun tema lainnya juga menarik untuk dibaca semua itu tergantung pada peminatan pembaca. Oleh karena itu ketahui sasaran pembaca cerita Anda, jika sasaran utama adalah remaja maka tulislah cerita dengan bahasa non baku menerapkan tema percintaan remaja atau jika sasaran pembaca Anda adalah anak-anak maka tema yang digunakan adalah Permasalahan dalam pertemanan atau yang lainnya.

    2. Menciptakan karakter tokoh

    Hal yang harus dilakukan berikutnya adalah menciptakan karakter tokoh. Tentukan siapa saja yang terlibat dalam cerita kalian dan tentukan juga sifat dari tokoh yang kalian bangun. Selalu ada yang berperan menjadi tokoh utama, tokoh pendukung dan tokoh tambahan. Menurut sifatnya tokoh terbagi lagi menjadi tokoh protagonis, tokoh antagonis dan tokoh tritagonis.  Untuk memperkuat tokoh Anda, deskripsikan secara detail bagaimana penampilan tokoh tersebut agar membantu pembaca membayangkan bagaimana penampilan tokoh itu.

    3. Menentukan latar

    Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa di dalam suatu cerita. Latar dibagi menjadi 3 yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Penulis harus menentukan unsur latar dalam ceritanya. Latar tempat mencakup lokasi atau tempat terjadinya suatu peristiwa, latar waktu seperti pagi hari, sore hari dan lain-lain sedangkan latar suasana adalah suasana atau keadaan yang terjadi dalam sebuah peristiwa. Contoh latar suasana adalah menyeramkan, menyedihkan dan lain-lain. Di dalam sebuah novel bisa terdiri dari beberapa latar dan peristiwa.

    4.  Membuat kerangka karangan

    Kerangka karangan adalah hal yang sangat penting bagi penulis untuk memulai menulis sebuah cerita. Diibaratkan naskah adalah tubuh manusia maka kerangka karangan adalah tulang kerangka. Kerangka karangan sendiri menjadi patokan penulis terhadap ceritanya agar isi cerita tidak melenceng kemana-mana, kerangka karangan juga membantu penulis agar tidak bingung bagaimana melanjutkan isi ceritanya. Kerangka ini terdiri dari Premis, logline, outline, dan sinopsis.


    5. Menulis dan konsisten dalam menulis 

    Konsisten dalam menulis menjadi hal yang penting dalam menciptakan suatu naskah. Pasalnya jika Anda malas untuk menulis maka naskah akan menjadi terbengkalai. Kemalasan adalah hal yang sering menjadi musuh bagi setiap penulis. Konsisten dalam menulis berarti tetap dan selalu menulis secara bertahap dan menghindari kemalasan. Jika Anda ingin menyelesaikan naskah dengan cepat maka yang perlu Anda lakukan adalah selalu menulis dan konsisten dalam menulis. Kuncinya adalah tetap menulis, menulis dan menulis. Bagaimana cara agar konsisten dalam menulis? Temukan jawabannya di cara agar konsisten dalam menulis novel

    6. Revisi tulisan

    Setelah naskah selesai yang harus Anda lakukan adalah merevisi naskah tersebut untuk menghindari kesalahan tanda baca, cerita yang masih berantakan, konflik yang terlalu datar, dialog yang terlalu kaku dan lain-lain. Proses revisi juga membantu penulis untuk meyakinkan dirinya bahwa naskahnya sudah layak untuk dikirim ke penerbit. Merevisi naskah juga menjadi poin penting yang dinilai penerbit dalam meminang naskah. Oleh karena itu setelah menulis usahakan untuk membaca ulang dan merevisi naskah karena bisa jadi Anda akan menemukan kesalahan dalam naskah yang Anda tulis.

    Demikian artikel tentang Cara Menulis Novel Bagi Pemula Panduan membuat novel dengan mudah, Saya tutup dengan sebuah quotes.

    "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." (Pramoedya Ananta Toer)




    LihatTutupKomentar
    Cancel