Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Penulisan Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per, contoh, dan Fungsi

Mengenal PUEBI sangat penting dalam menulis. Kenapa? Karena PUEBI adalah pedoman umum ejaan bahasa indonesia yang benar dan sesuai aturan. Salah satu contohnya adalah macam-macam partikel dalam bahasa Indonesia : -lah,- kah, -tah, pun, dan per. Penulisan kata yang tepat, yang digabung, ditulis serangkai dan contohnya akan dibahas di artikel ini.

Penulisan partikel Lah, Kah, Tah, Pun, Per

Partikel  lah, kah, tah, pun, per

Apa itu partikel? Partikel disebut juga kata tugas yang merupakan jenis kata dalam tata bahasa formal memiliki arti yang jelas bila dikaitkan dengan kata lain dalam sebuah kalimat. Partikel -lah, -kah, -tah, pun, dan per sudah tidak asing lagi digunakan dalam bahasa sehari-hari. Tapi apasih fungsi dari partikel itu? Aturan penulisan yang terkadang digabung atau dipisah sering membuat orang salah dalam penulisan.

Sebenarnya terdapat banyak macam-macam partikel. Apa saja? Menurut fungsinya partikel dibagi menjadi 5 jenis yaitu preposisi, konjungsi, kata sandang, interjeksi dan penegas. Nah, partikel -lah, -kah, -tah dan pun termasuk ke dalam partikel penegas.

1. Lah

Partikel -lah berfungsi menegaskan kalimat, menekankan subjek/kata ganti orang, memperhalus nada perintah. Partikel ini ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
  • Jika kamu begitu mencintainya, kejarlah sampai dapat.
  • Janganlah Kau menghianatiku!
  • Pergilah! Aku akan baik-baik saja.
  • Akulah yang telah merusakkan bajumu.
  • Maafkanlah kesalahannya.
  • Kita lihat saja nanti, penyesalanlah yang akan berbicara.

2. Kah

Partikel -kah banyak digunakan dalam kalimat tanya. Fungsi dari partikel -kah yitu mengubah kalimat deklaratif menjadi kaliimat interogatif, memberi penegasan dan memperhalus nada dalam kalimat tanya.
Penulisan partikel -kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
  • Apakah Kau berniat ikut dengan kami?
  • Benarkah Kau mendapatkan uang satu miliar?
  • Bagaimanakah keadaan Nyonya sekarang, Tuan?
  • Tidakkah kau lihat dia sedang sibuk?

3. Tah

Partikel -tah digunakan untuk mempertegas kata yang diiringinya. Penggunaan partikel ini semakin jarang, dahulunya partikel -tah digunakan dalam karya sastra.
  • Apatah arti semua ini jika Kau tidak bersamaku.
  • Apatah gunanya menyesal sekarang.
  • Manatah ketenangan yang Kau janjikan?

4. Pun

Partikel pun yang ditulis terpisah ;
  • Apa pun yang terjadi Aku akan selalu disisimu.
  • Ketika pulang pun, kau masih mengoceh.
  • Jangankan aku, kau pun tidak akan bisa.
  • Tidak satu pun dari kalian akan menang.
  • Siapa pun yang mengganggumu akan aku lawan.
Partikel pun yang ditulis serangkai jika dipasangkan dengan kata penghubung atau konjungsi
 seperti : adapun, ataupun, bagaimanapun, meskipun, biarpun, walaupun dan lainnya.
  • Walaupun kau menyakitinya, dia tetap tersenyum.
  • Bagaimanapun caranya aku harus menng lomba ini.
  • Meskipun kau berucap janji, aku tidak akan pernah percaya

5. Per

Per berarti tiap-tiap, setiap, dibagi. Partkel per yang ditulis terpisah jika mempunyai arti setiap, demi, mulai.
  • Aku tawar Rp50.000 per meter.
  • Satu per satu aku kehilangan temanku.
  • Hukuman itu berlaku per Januari 2020.
Per yang ditulis serangkai jika memiliki arti dibagi.
  • Tiga perlima warga Desa Kedungjati masih lajang.
Wah, ternyata ada banyak fungsi dan aturan dalam partikel, ya. Setelah membaca artikel Penulisan Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per, contoh, dan Fungsi jangan salah lagi dalam menulis partikel penegas.

Posting Komentar untuk "Penulisan Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per, contoh, dan Fungsi"